Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah Lewat Edukasi dan Keterampilan, PLN melalui Rumah BUMN Gunungkidul Perkuat UMKM

PLN Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Rumah BUMN

Gunungkidul, 18 Februari 2026 – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terus dilakukan melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rumah BUMN Gunungkidul menghadirkan pelatihan terpadu yang memadukan edukasi ketenagalistrikan bersama PLN ULP Wonosari serta workshop keterampilan kreatif bagi pelaku UMKM dan calon wirausaha.

Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan membuat produk bernilai jual, tetapi juga pemahaman penting mengenai pengelolaan listrik yang aman dan efisien sebagai penunjang keberlangsungan usaha.

Manajer PLN ULP Wonosari, Irwin Julian, menegaskan bahwa kelistrikan memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas UMKM. Terutama dalam upaya optimalisasi antara modal dan keuntungan UMKM.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Ketika pelaku usaha memahami penggunaan listrik yang aman, efisien, dan tepat daya, maka biaya operasional bisa ditekan dan keuntungan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan aplikasi PLN Mobile sebagai solusi layanan terpadu dari PT PLN (Persero). Ia menurutkan bahwa PLN Mobile dapat memudahkan pelanggan untuk mengakses berbagai layanan PLN dalam genggaman.

“Lewat PLN Mobile, pelaku usaha bisa mengakses seluruh layanan kelistrikan dalam satu aplikasi, mulai dari pembelian token, tambah daya, hingga pelaporan gangguan. Ini bentuk transformasi digital PLN untuk mendukung kemudahan berusaha,” katanya.

Irwin menambahkan, PLN tidak hanya hadir sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra strategis UMKM melalui program kemitraan dan pendampingan. Melalui Rumah BUMN, menurutnya PLN ingin memastikan UMKM tidak berjalan sendiri. Ada pelatihan, ada mentoring, ada ruang untuk bertumbuh bersama.

Sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan tersebut, sesi workshop menghadirkan Hartini, pemilik DF Craft (Dapur Flanel), UMKM binaan Rumah BUMN Gunungkidul. Ia berbagi kisah bagaimana usaha kecil yang dirintis dari rumah mampu berkembang dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

“Awalnya hanya membuat kerajinan kecil. Tapi ketika ditekuni dan terus mengikuti tren, ternyata pasarnya luas. Kuncinya konsisten dan mau belajar,” tutur Hartini.

Dalam workshop tersebut, peserta diajak membuat gantungan kunci berbahan manik-manik, kawat, dan tali yang tengah diminati kalangan generasi muda. Produk sederhana itu diharapkan dapat menjadi inspirasi usaha dengan modal terjangkau namun memiliki nilai jual.

Hartini berharap semakin banyak masyarakat yang berani memulai usaha. Menurutnya jika satu orang memulai usaha dan berkembang, dampaknya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk lingkungan sekitar.

Saat ini, PT PLN (Persero) mengelola 26 Rumah BUMN dan 8 HUB UMK di berbagai provinsi di Indonesia. Salah satunya berada di bawah pengelolaan PLN UID Jawa Tengah & DIY melalui Rumah BUMN Gunungkidul yang aktif melakukan pendampingan, coaching, serta dukungan pemasaran bagi mitra binaannya.

Melalui sinergi edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha, PLN berharap UMKM di Gunungkidul semakin tangguh dan berdaya saing. Dengan UMKM yang kuat, roda ekonomi daerah pun dapat bergerak lebih cepat dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *