Kesiapan SPKLU di DIY jelang Ramadhan untuk mendukung pemudik pengguna kendaraan listrik

Pastikan Kesiapan SPKLU di DIY jelang Ramadhan, PLN Dukung Kenyamanan Pemudik Pengguna Kendaraan Listrik

SPKLU PLN

Yogyakarta – PLN memastikan kesiapan dan keandalan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna menjaga kenyamanan para pengguna kendaraan listrik. Hingga saat ini, PLN telah menyediakan 31 unit SPKLU yang tersebar di 20 titik lokasi strategis di DIY, termasuk di kawasan wisata Pantai Drini Park, SPKLU Center UP3 Yogyakarta, area hotel, serta berbagai lokasi lainnya.

Seluruh SPKLU tersebut dilengkapi dengan berbagai varian tipe pengisian daya, mulai dari Ultra Fast Charging (UFC), Fast Charging (FC), Medium Charging (MC), hingga Standard Charging (SC). PLN memastikan seluruh unit telah melalui proses pengecekan dan pengujian secara menyeluruh guna memastikan operasional berjalan optimal serta dapat melayani kebutuhan pengguna kendaraan listrik dengan baik.

Selain infrastruktur yang dikelola PLN, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di DIY juga didukung oleh kehadiran SPKLU milik swasta. Saat ini tercatat terdapat 73 unit SPKLU non-PLN yang tersebar di 72 lokasi di wilayah DIY, dengan jenis pengisian yang sama yaitu Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging, dan Standard Charging. Sinergi antara PLN dan pelaku swasta ini menjadi langkah penting dalam mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik sekaligus meningkatkan aksesibilitas fasilitas pengisian daya bagi masyarakat.

Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, M. Firdausi Manti, Berkesempatan mengunjungi SPKLU Center PLN di Yogyakarta pada Rabu (11/3) siang. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap fasilitas SPKLU Center yang dinilai memiliki lokasi strategis serta fasilitas yang memadai bagi pengguna kendaraan listrik.

“SPKLU Center ini tempatnya strategis. Charging-nya banyak, ada 17 gun, dengan 8 mesin DC dan 1 AC. Pengaturannya cukup baik, dan tersedia lounge yang cukup nyaman, serta masjid yang lokasinya dekat. Ini sangat strategis bagi teman-teman yang ingin mencharging mobilnya, baik warga setempat maupun pemudik,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara PLN dan pemerintah dapat terus berlanjut dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengisian daya perlu terus tumbuh seiring dengan peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik.

“Harapannya, sinergi antara PLN dengan Pemerintah terus berlanjut. Infrastruktur pengecasan diharapkan dapat tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pengguna kendaraan listrik di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, PLH Manager UP3 Yogyakarta, Agung Pratomo, menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di DIY saat ini didukung oleh jumlah SPKLU yang memadai dibandingkan dengan populasi kendaraan listrik yang ada.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda DIY per Februari 2026, jumlah kendaraan listrik roda dua di wilayah DIY tercatat sebanyak 3.881 unit, sementara kendaraan listrik roda empat mencapai 1.583 unit. Dengan total SPKLU yang tersedia saat ini sebanyak 103 unit, baik yang dikelola PLN maupun swasta, rasio antara jumlah SPKLU dan kendaraan listrik di Yogyakarta berada pada angka sekitar 1:15.

“Perbandingan antara jumlah SPKLU dan kendaraan listrik di Yogyakarta saat ini masih berada pada kondisi yang baik, bahkan lebih baik dari target nasional yaitu 1:17. Artinya, infrastruktur pengisian kendaraan listrik di DIY cukup siap untuk melayani kebutuhan masyarakat,” jelas Agung.

Ia pun mengajak masyarakat maupun para pemudik untuk tidak ragu menggunakan kendaraan listrik saat berkunjung ke Yogyakarta. Ia berharap masyarakat pengguna kendaraan listrik mendapatkan rasa nyaman ketika berada di Yogyakarta.

“Masyarakat maupun pemudik tidak perlu khawatir berkunjung ke DIY menggunakan kendaraan listrik. Infrastruktur pengisian daya sudah tersedia dan terus kami pastikan keandalannya, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat berkendara dengan nyaman selama berada di Yogyakarta,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *