Gunungkidul – Menyambut momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT PLN (Persero) melalui Rumah BUMN Gunungkidul berkolaborasi dengan Hotel Santika Gunungkidul menghadirkan program “Batik Corner Experience”, sebuah pengalaman budaya interaktif yang mengangkat potensi UMKM batik lokal.
Kegiatan ini digelar di Galeri UMKM, Lobby Hotel Santika Gunungkidul. Program Batik Corner Experience dilaksanakan sejak Sabtu (6/12) lalu, dan berlangsung secara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu sepanjang Bulan Desember, dengan sesi pagi dan siang hari. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendorong UMKM binaan agar naik kelas, sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata daerah.
Dalam kegiatan ini, Rumah BUMN Gunungkidul menggandeng empat UMKM pengrajin batik unggulan yang secara bergantian melakukan demo membatik sekaligus memasarkan produknya, yaitu Batik Styagung (Gedangsari), Batik Klangenan (Tepus), Batik Primeline (Ponjong), serta Batik Lo–Djemari Ibu (Logandeng).
Para tamu hotel menunjukkan antusiasme tinggi dengan ikut mencoba langsung proses membatik menggunakan canting. Selain menghadirkan pengalaman kreatif, kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai filosofi dan nilai budaya yang terkandung dalam motif batik khas Gunungkidul.
Atikka Rismawati, Koordinator Project Batik Corner Experience Rumah BUMN Gunungkidul menyampaikan bahwa sinergi antara Rumah BUMN Gunungkidul dan Hotel Santika Gunungkidul ini terbukti memberikan dampak positif. Melalui penyediaan Galeri UMKM di area hotel, produk-produk UMKM binaan PLN dapat menjangkau segmen pasar menengah ke atas. Attika menandaskan, Dalam satu bulan masa uji coba, Galeri UMKM tersebut berhasil mencatatkan omzet hingga puluhan juta rupiah.
“Batik Corner Experience bukan sekadar jualan, tetapi juga tentang branding. Kami ingin tamu hotel membawa pulang cerita tentang Gunungkidul melalui selembar kain batik. Kami sangat mengapresiasi Hotel Santika yang telah memberikan ruang bagi UMKM untuk naik kelas,” ujar Atikka.
PLH Manager PLN UP3 Yogyakarta, Wiwit Supriyadi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan peran PLN yang tidak hanya menghadirkan listrik andal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM.
“PLN melalui Rumah BUMN hadir sebagai penggerak ekonomi lokal. Program Batik Corner Experience ini merupakan wujud nyata dukungan PLN terhadap UMKM agar memiliki akses pasar yang lebih luas, berdaya saing, dan mampu memanfaatkan momentum pariwisata, khususnya pada libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Wiwit.
Melalui program ini, PLN berharap subsektor industri kreatif, khususnya kriya dan fesyen di Gunungkidul, dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan, selaras dengan meningkatnya kunjungan wisatawan pada periode libur akhir tahun.






