Senyum Anak-anak di Hari Khitan, Tumbuhkan Rasa Syukur Insan PLN atas Capaian PLN

YBM PLN

Senin pagi (29/6) di Klinik Utama RH Medika, Yogyakarta, suasana berbeda tampak sejak matahari belum begitu tinggi. Puluhan anak datang didampingi orang tua mereka. Ada yang menggenggam tangan ayahnya erat-erat, ada yang masih tampak gugup, namun tak sedikit pula yang justru berlarian dan tertawa bersama teman-teman baru yang mereka temui hari itu.

Di antara mereka adalah Rofi Hatta Al Fajri Pracoyo, bocah berusia 12 tahun yang baru duduk di bangku kelas V sekolah dasar. Didampingi sang ayah, Dwi Pracoyo (60), Rofi menjadi satu dari 51 anak yang mengikuti Program Khitan Sehat Anak Soleh yang diselenggarakan Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta dalam rangka Program Tematik Muharram Berkah 1448 Hijriah.

Bagi Dwi, hari itu bukan sekadar mengantarkan putranya menjalani khitan. Ada rasa syukur yang sulit disembunyikan. Sehari-hari ia bekerja sebagai petugas kebersihan di Masjid Nurul Hujjaj, Jalan Imogiri Barat, Bantul. Dengan penghasilan yang terbatas, program khitan gratis tersebut menjadi bantuan yang sangat berarti bagi keluarganya.

“Alhamdulillah, saya sangat terbantu. Kegiatan ini menjadi ajang menjalin ukhuwah dan silaturahmi dengan sesama muslim. Yang paling penting, anak saya bisa menjalankan kewajiban sebagai laki-laki muslim,” tuturnya.

Kekhawatiran yang sempat muncul sebelum tindakan medis pun perlahan sirna. Dwi bercerita, putranya sama sekali tidak mengeluhkan rasa sakit. Justru setelah proses khitan selesai, Rofi tampak menikmati berbagai fasilitas yang disediakan panitia.

Salah satu yang paling menarik perhatian anak-anak adalah konsol permainan yang disediakan Klinik Utama RH Medika. Fasilitas tersebut menjadi hiburan sederhana yang efektif mengalihkan rasa tegang sebelum maupun sesudah tindakan khitan. Tawa dan sorak kecil terdengar dari sudut ruangan, menghadirkan suasana yang jauh dari kesan menakutkan.

Di akhir kegiatan, Dwi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh insan PLN yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui YBM PLN.

“Terima kasih kepada YBM PLN. Semoga semakin maju, semakin baik, dan terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya penuh harap.

Cerita serupa datang dari Septian, seorang baker asal Jetis, Bantul. Bersama putranya, Naka yang berusia enam setengah tahun, ia datang ke lokasi sejak pukul 07.30 WIB. Meski pagi masih cukup dini, antrean peserta sudah mulai memenuhi area pelayanan.

Bagi Septian, pengalaman khitan kali ini jauh dari bayangan yang selama ini identik dengan rasa takut. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan menyenangkan sehingga anak-anak tetap bersemangat mengikuti setiap proses.

“Seru sekali. Anak saya malah semangat dan ceria dari awal sampai selesai,” katanya sambil tersenyum.

Menariknya, keinginan untuk dikhitan justru datang dari Naka sendiri. Anak yang saat ini memasuki jenjang sekolah dasar itu telah meminta kepada orang tuanya agar dapat menjalani khitan selama masa libur sekolah.

Keinginan tersebut kemudian mendorong Septian mencari berbagai informasi melalui media sosial hingga akhirnya menemukan informasi mengenai Program Khitan Sehat Anak Soleh YBM PLN UID Yogyakarta.

Baginya, pelayanan yang diterima bukan hanya memudahkan masyarakat dari sisi pembiayaan, tetapi juga memberikan pengalaman yang nyaman bagi anak-anak.

“Harapan saya, semoga setelah dikhitan, Naka menjadi anak yang lebih sehat, lebih ceria, semakin semangat belajar, semakin rajin beribadah, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa,” ungkapnya.

Program Khitan Sehat Anak Soleh tahun ini diikuti oleh 51 anak dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari karyawan dan karyawati PT PLN (Persero) melalui YBM PLN.

General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan bahwa program ini menjadi bukti nyata bagaimana amanah zakat dari insan PLN dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, Kegiatan Khitan Sehat Anak Soleh ini merupakan bagian dari Program Tematik YBM PLN Muharram Berkah 1448 Hijriah dan menjadi wujud nyata amanah zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari karyawan dan karyawati PLN. Melalui program ini, kami ingin hadir untuk meringankan beban masyarakat serta mendukung tumbuh kembang anak-anak menjadi generasi yang sehat, saleh, cerdas, dan membanggakan keluarga, agama, serta bangsa,” ujarnya.

Ketua YBM PLN UID Yogyakarta, Hendro Atmoko, menambahkan bahwa khitan massal merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan pada momentum Muharram sebagai bentuk konsistensi YBM PLN dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat pegawai secara amanah.

Sementara itu, sinergi bersama Klinik Utama RH Medika turut memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan medis yang aman dan nyaman. Direktur PT Rahmat Medika Utama, Rahmat Heriono, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, RH Medika merasa bangga dapat menjadi bagian dari program yang menghadirkan manfaat kesehatan sekaligus kebahagiaan bagi anak-anak dan keluarganya.

Di balik senyum 51 anak yang pulang membawa bingkisan dan pengalaman baru hari itu, tersimpan makna yang lebih besar. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari insan PLN telah menjelma menjadi harapan bagi keluarga – keluarga yang membutuhkan. Muharram pun bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Hijriah, melainkan momentum ketika kepedulian sosial diwujudkan dalam aksi nyata, menghadirkan kebahagiaan, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan optimisme bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Narahubung :
Manager Komunikasi dan Umum
Angga Ditya Dewantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *