Yogyakarta (25/7) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta bersama Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) mematangkan rencana penambahan dan pemerataan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah wilayah strategis untuk mendukung peningkatan penggunaan kendaraan listrik dan percepatan transisi energi bersih di sektor transportasi.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam audiensi General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo bersama jajaran Dishub DIY di Kantor Dishub DIY, Kamis (23/7).
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, S.E., M.Si., mengatakan Pemerintah Daerah DIY terus mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon, terutama di kawasan Malioboro.
“Kehadiran Bapak General Manager PLN UID Yogyakarta sangat kami apresiasi karena beliau menawarkan kolaborasi terkait isu yang saat ini menjadi perhatian bersama, yakni bagaimana mengurangi emisi gas buang di kawasan Malioboro. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pembangunan SPKLU yang akan semakin mendukung penggunaan kendaraan listrik di Yogyakarta,” ujarnya.
Menurut Chrestina, keberadaan SPKLU menjadi kebutuhan penting seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Infrastruktur pengisian daya tersebut tidak hanya diperlukan untuk kendaraan listrik roda empat, tetapi juga dapat mendukung pengembangan moda transportasi ramah lingkungan lainnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam pengembangan becak listrik di DIY. Pada tahap awal, PLN akan mendukung penyediaan 50 unit becak listrik yang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada PLN yang akan mendukung pengembangan becak listrik melalui penyediaan 50 unit pada tahap awal. Ke depan, jumlah tersebut direncanakan akan terus bertambah setiap tahunnya. Dukungan ini menjadi harapan besar bagi kami dalam mewujudkan transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mempercepat pengurangan emisi di kawasan Malioboro dan wilayah DIY secara umum,” katanya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo mengatakan pertumbuhan kendaraan listrik di Yogyakarta terus menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengisian daya yang andal dan mudah diakses masyarakat.
“Tingginya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan sektor pariwisata turut mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Yogyakarta. Aktivitas pengisian daya kendaraan listrik juga tercatat meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan periode sebelumnya,” kata Deri.
Menurut dia, PLN UID Yogyakarta saat ini telah mengoperasikan sekitar 32 mesin SPKLU yang tersebar di 30 lokasi strategis di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.
Selain itu, PLN menghadirkan Charging Hub atau SPKLU Center dengan teknologi Ultra Fast Charging di Kantor PLN UID Yogyakarta, Jalan Gedongkuning, Yogyakarta. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik, termasuk bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh.
Deri mengatakan PLN akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY dalam menentukan lokasi strategis untuk pengembangan SPKLU, sehingga keberadaan infrastruktur tersebut dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.
“Kami terus berkomitmen memperkuat ekosistem kendaraan listrik dengan memastikan infrastruktur pengisian daya tersedia secara andal dan merata. Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah DIY menjadi penting agar pengembangan SPKLU dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap percepatan transisi energi di sektor transportasi dan pengurangan emisi karbon.
“Ke depan, kami ingin memastikan masyarakat dapat menggunakan kendaraan listrik dengan rasa aman dan nyaman karena didukung infrastruktur pengisian daya yang memadai. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menentukan titik-titik strategis yang dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” kata Deri.
Melalui sinergi dengan Pemerintah Daerah DIY, PLN UID Yogyakarta berkomitmen terus memperluas infrastruktur pengisian kendaraan listrik sekaligus mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang andal, mendorong pengurangan emisi karbon, serta memperkuat posisi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang hijau, modern, dan berkelanjutan.
Narahubung:
Angga Ditya Dewantara
Manager Komunikasi dan Umum
PLN UID Yogyakarta
