Gunungkidul, (03/08) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta melalui Rumah BUMN Gunungkidul mengantarkan dua inovasi karya siswa SMK Negeri 1 Saptosari melaju ke babak final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2026 yang akan berlangsung di Bali pada September 2026 mendatang.
Keberhasilan tersebut diraih setelah empat kelompok siswa mendapatkan pendampingan kewirausahaan dari Rumah BUMN Gunungkidul. Dua kelompok berhasil lolos ke tingkat nasional melalui inovasi berbasis potensi lokal Gunungkidul, sementara dua kelompok lainnya menembus seleksi tingkat regional.
General Manager PT PLN (Persero) UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo mengatakan capaian tersebut menjadi momentum yang sejalan dengan semangat peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, yakni membangun generasi muda yang mandiri, inovatif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi daerah.
“Kemerdekaan harus diisi dengan karya dan inovasi. Melalui Rumah BUMN, PLN tidak hanya mendukung lahirnya ide-ide kreatif, tetapi juga membangun ekosistem agar inovasi tersebut berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat,” kata Deri.
Menurut dia, pengembangan kewirausahaan berbasis potensi lokal menjadi salah satu upaya PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lapangan usaha baru bagi generasi muda.
Dua inovasi yang lolos ke tingkat nasional terdiri atas Umami pada kategori Pengembangan Usaha dan GutReady pada kategori Pengembangan Ide Usaha.

Produk Umami merupakan bumbu penyedap rasa non-MSG berbahan dasar cangkang udang yang memanfaatkan limbah hasil laut dari kawasan pesisir selatan Gunungkidul menjadi bumbu masak serbaguna.
Sementara GutReady menghadirkan minuman serbuk instan berbahan pangan lokal, seperti pisang, gembili, singkong, dan berbagai buah khas Gunungkidul yang dikembangkan sebagai produk pendukung gaya hidup sehat.
Selain dua finalis nasional tersebut, dua inovasi lain yang mengikuti seleksi tingkat regional yakni ESand Vest 2in1, rompi wastra multifungsi yang dapat diubah menjadi tas jinjing, serta Tanera, produk makanan ringan sehat berbahan biji munggur, biji labu, dan buah ciplukan.
Pendampingan Rumah BUMN Gunungkidul tidak hanya difokuskan pada persiapan kompetisi, tetapi juga penguatan kapasitas bisnis para peserta. Program tersebut meliputi pembuatan toko pada marketplace, pengelolaan pemasaran digital melalui media sosial, pengembangan website bisnis sederhana, hingga integrasi produk ke dalam saluran pemasaran Rumah BUMN Gunungkidul.
Fasilitator Rumah BUMN Gunungkidul, Atikka, mengatakan pembinaan diarahkan agar para siswa mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan setelah kompetisi.
“Harapannya, inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala SMK Negeri 1 Saptosari Markidin Parikesit mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Rumah BUMN Gunungkidul.
“Pendampingan ini membuka wawasan siswa bahwa kewirausahaan dapat menjadi pilihan karier setelah lulus sekolah. Sinergi seperti ini penting untuk terus dilanjutkan,” katanya.
Rumah BUMN Gunungkidul merupakan program pemberdayaan ekonomi yang dikelola PLN untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan wirausaha muda melalui pelatihan, pendampingan, digitalisasi usaha, hingga perluasan akses pasar. Selain itu, Rumah BUMN Gunungkidul juga menyediakan Basecamp Millennial sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk belajar, berjejaring, dan mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
