Sleman, 29 Oktober 2026 — Kelompok Wanita Tani (KWT) Rukun Makmur di Desa Kemirikebo, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, mengembangkan susu kambing menjadi produk kerupuk untuk memperluas peluang usaha berbasis potensi lokal. Inisiatif ini mendapat dukungan Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta melalui program Women Support Women: Etawa Empowerment dengan membawa semangat Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81.
Peluncuran produk pada Kamis (29/10) disertai penyerahan bantuan sembako kepada warga sekitar dan penghargaan bagi KWT Rukun Makmur. Kelompok tersebut juga memperoleh dukungan untuk pengadaan peralatan produksi, pengembangan proses pengolahan, dan peningkatan kualitas kemasan.
Ketua KWT Rukun Makmur, Sri Sunarti, mengatakan dukungan tersebut menjadi modal bagi kelompok untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas pemasaran.
“Kami berharap dukungan ini dapat membantu mengembangkan produk kerupuk susu kambing, memperluas pemasaran, dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota KWT Rukun Makmur,” ujar Sri.
Ketua Srikandi PLN UID Yogyakarta, Ririn Harwati, mengatakan program Etawa Empowerment tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong perempuan mengambil peran lebih besar dalam pengembangan usaha produktif.
“Ibu-ibu KWT bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama yang dapat mengembangkan potensi lokal dan mendorong perekonomian desa,” kata Ririn.
Dalam kesmpatan berbeda General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sosial dan ekonomi.
“PLN tidak hanya berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga mendukung tumbuhnya kemandirian masyarakat. Kami berharap pengembangan kerupuk susu kambing ini dapat menjadi peluang usaha yang berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah potensi lokal, serta memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Sleman,” ujar Deri.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Hj. Parmilah Harda Kiswaya, S.E., mengapresiasi pengembangan produk tersebut sebagai bentuk kreativitas dalam mengolah potensi daerah.
“Semoga program ini dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian ekonomi anggota KWT Rukun Makmur melalui pengembangan produk olahan susu kambing,” tuturnya.
Dukungan juga disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Liem Astuti, S.P., M.Si. Ia berharap program pemberdayaan tersebut dapat berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada PLN melalui program Srikandi yang telah mendukung KWT di wilayah kami. Semoga program ini terus berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Liem.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Sleman, Dra. Iscahyawati; Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Sleman, Dra. Siti Wahyu Purwaningsih; Ketua PIKK PLN UID Yogyakarta, Amlika Deri, beserta pendamping; serta jajaran Srikandi PLN UID Yogyakarta. Hadir pula Lurah Girikerto, H. Sudibya, S.Pd., yang diwakili Sekretaris Desa (Carik) Girikerto, Krisna Cahya, S.H.; Dukuh Kemirikebo, Sidik Priyono; serta Ketua Paguyuban Pengolah Susu (MAS) Mulya Abadi Susu, Amanta.
Pengembangan kerupuk susu kambing menjadi upaya diversifikasi produk peternakan sekaligus membuka ruang bagi perempuan untuk memperkuat usaha kelompok. Dukungan pendanaan dan peralatan diharapkan membantu KWT Rukun Makmur meningkatkan kualitas produksi dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui program Women Support Women: Etawa Empowerment, Srikandi PLN UID Yogyakarta mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Momentum HLN ke-81 menjadi kesempatan untuk memperluas kontribusi PLN melalui inisiatif sosial yang berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan.
Narahubung:
Manager Komunikasi dan Umum
PLN UID Yogyakarta
Angga Ditya Dewantara
