Rumah BUMN Gunungkidul GREBEK Business Digital mendorong UMKM naik kelas melalui inkubasi digital

Kinerja PLN Cetak UMKM Naik Kelas Bebas Gaptek, Rumah BUMN Gunungkidul Intensifkan Inkubasi GREBEK Business Digital

Rumah BUMN

Gunungkidul, (1/7) – Sebagai wujud komitmen dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui transformasi digital, Rumah BUMN Gunungkidul yang dikelola PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta terus mengintensifkan Program Inkubasi GREBEK Business Digital. Program yang berlangsung sejak April hingga Juli 2026 ini diikuti secara aktif oleh 15 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dari berbagai sektor usaha melalui pendampingan rutin setiap pekan.

Program inkubasi dirancang untuk memperkuat kapasitas bisnis pelaku UMK agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan ekosistem digital secara optimal.

Berbeda dengan pelatihan bisnis pada umumnya, GREBEK Business Digital mengedepankan metode pendampingan berbasis praktik (hands-on). Peserta tidak hanya memperoleh materi secara konseptual, tetapi juga didampingi secara langsung dalam mengoperasikan berbagai platform digital yang mendukung pemasaran dan pengembangan usaha.

Selama rangkaian inkubasi, peserta telah mendapatkan pembekalan mengenai optimalisasi Instagram Bisnis, WhatsApp Bisnis, Google Bisnis, TikTok Bisnis, penyusunan katalog produk, hingga teknik produksi konten digital yang sesuai dengan karakteristik algoritma media sosial. Kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal jangka panjang agar pelaku UMK semakin adaptif terhadap perkembangan digital dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Memasuki tahap lanjutan, inkubasi kini berfokus pada penguatan identitas bisnis. Pada pertemuan kedelapan yang berlangsung Jumat (26/6), peserta mendapatkan materi mengenai branding usaha dan personal branding yang disampaikan Direktur Rumah BUMN Gunungkidul, Edhy Surbakty, MBA., CPA., CSRS. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun diferensiasi produk serta citra pelaku usaha sebagai bagian dari strategi meningkatkan kepercayaan konsumen.

Sementara itu, pada pertemuan kesembilan yang digelar Kamis (2/7), Manajer Rumah BUMN Gunungkidul, Atikka Rismawati, S.Ak., memberikan pendampingan mengenai penyusunan Profil Perusahaan (Company Profile) sebagai salah satu instrumen penting dalam memperluas peluang kerja sama bisnis.

“Banyak peluang strategis seperti pameran, program kemitraan, maupun akses pasar yang sebenarnya terbuka bagi UMKM. Namun, tidak sedikit yang belum dapat memanfaatkannya secara optimal karena belum memiliki Company Profile yang representatif. Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan para pelaku usaha memiliki identitas bisnis yang profesional sehingga siap menangkap berbagai peluang pengembangan usaha,” ujar Atikka.

General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, mengatakan bahwa penguatan kapasitas UMKM merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“PLN tidak hanya menghadirkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga terus berupaya memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui Rumah BUMN Gunungkidul, kami ingin menghadirkan ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan UMKM yang adaptif terhadap transformasi digital, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Inilah wujud nyata kinerja PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Deri.

Melalui pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan, Program Inkubasi GREBEK Business Digital ditargetkan mampu melahirkan pelaku UMKM yang tidak hanya mahir memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran, tetapi juga memiliki tata kelola usaha yang profesional, identitas bisnis yang kuat, serta kesiapan untuk memperluas pasar dan menjalin kemitraan.

Ke depan, rangkaian inkubasi akan terus dilanjutkan dengan berbagai materi lanjutan di bidang digital marketing dan pengembangan bisnis guna memastikan seluruh peserta memiliki kompetensi yang semakin matang sehingga mampu tumbuh menjadi UMKM yang tangguh, berdaya saing, dan siap naik kelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *